Hanya jujur dan konsisten, belum cukup
06.02.10 - 10:00am
Lurus, jujur, sederhana dan konsisten sulit disanggah. Tidak ada perlunya menebab-nebak misi yang diemban di luar ucapan-ucapannya. Berhasil memimpin gerakan awal reformasi, reformasi bukan hanya menggulingkan orde baru (yang memang terbukti tidak bisa digulingkan, anasir-anasirnya masih kebagian kekuasaan). Setelah gagal jadi kepala pemerintahan, dihadang demokrasi, kembali ke kampus menebar pengetahuan dan idea.
Kegagalan Amien Rais menjadi presiden adalah kegagalan tim kampanye dalam packing dan imaginary. Suudzon tidak berdasar saya: polisi dunia tidak suka yang tidak pro kapitalis jadi pemimpin negara islam terbesar di dunia. Sekolah di seberang benua sana hanya menjadikannya lebih berilmu tidak menjadikannya politisi liberal pro kapitalis. Jujur dan konsisten pro rakyat, belum cukup menembus demokrasi: masih perlu dukungan tangan sakti super power.









Speak Your Peace